09/03/10

Komunikasi (TCP/IP, Remote Procedure Call)

hal 4

1.Protokol Message RPC

Protokol Message RPC didefinisikan dengan menggunakan deskripsi data eXternal Data
Representation ( XDR ) yang meliputi struktur, enumerasi dan union. Pembahasan lebih lanjut akan diterangkan pada bab berikutnya mengenai implementasi RPC. Protokol Message ini membutuhkan faktor- faktor pendukung sebagai berikut:

1. Spesifikasi yang unik untuk tiap prosedur call
2. Respon message yang sesuai untuk tiap message yang diminta
3. Otentifikasi klien untuk tiap layanan dan sebaliknya

Protokol Message RPC memiliki dua ( 2 ) struktur yang berbeda, yaitu call message dan reply
message. Tiap klien yang akan melakukan RPC pada suatu server di jaringan akan menerima
balasan (reply) berupa hasil dari eksekusi prosedur tersebut. Dengan menggunakan spesifikasi yang unik untuk tiap prosedure remote, maka RPC dapat mencocokkan message balasan untuk tiap call message yang diminta klien.

1. Call message
Tiap call message pada RPC mengandung nilai-nilai unsigned integer yang digunakan untuk
mengidentifikasi prosedur remote yang diminta. Nilai-nilai ini adalah
• Nomor Program
• Nomor Versi dari Program
• Nomor Prosedur

2. Reply Message
Reply message yang dikirimkan oleh server jaringan bervariasi tergantung apakah call
messages yang diminta klien diterima atau ditolak. Reply message mengandung informasi yang
digunakan untuk membedakan kondisi-kondisi yang diminta sesuai dengan call messages.
Informasi ini antara lain:

• RPM mengeksekusi call message dengan sukses
• Implementasi remote tidak sesuai dengan protokol yang digunakan. Versi yang lebih rendah
atau tinggi akan ditolak.
• Program remote tidak tersedia pada sistem remote
• Program remote tidak mendukung versi yang diminta klien
• Nomor prosedur yang diminta tidak ada.

2. Fitur dalam RPC

RPC memiliki fitur - fitur sebagai berikut : batching calls, broadcasting calls, callbackprocedures dan using the select subroutine.

1. Batching Calls
Fitur Batching calls mengijinkan klien untuk mengirim message calls ke server dalam jumlah
besar secara sequence ( berurutan ). Batching menggunakan protokol streaming byte seperti
TCP / IP sebagai mediumnya. Pada saat melakukan batching, klien tidak menunggu server untuk memberikan reply terhadap tiap messages yang dikirim, begitu pula dengan server yang tidak pernah mengirimkan messages reply. Fitur inilah yang banyak digunakan klien, karena arsitektur RPC didesain agar pada tiap call message yang dikirimkan oleh klien harus ada proses
menunggu balasan dari server.

Oleh karena itu maka pihak klien harus dapat mengatasi error yang kemungkinan terjadi karena pihak klien tidak akan menerima peringatan apabila terjadi
error pada message yang dikirim.

2. Broadcasting Calls
Fitur Broadcasting mengijinkan klien untuk mengirimkan paket data ke jaringan dan menunggu
balasan dari network. FItur ini menggunakan protokol yang berbasiskan paket data seperti
UDP/IP sebagai mediumnya. Broadcast RPC membutuhkan layanan port mapper RPC untuk
mengimplementasikan fungsinya.

3. Callback Procedures
Fitur Callback Procedures mengijinkan server untuk bertindak sebagai klien dan melakukanRPC
callback ke proses yang dijalankan oleh klien.

4. Menggunakan select subrutin
Fitur ini akan memeriksa deskripsi dari suatu file dan messages dalam antrian untuk melihat
apakah mereka siap untuk dibaca (diterima) atau ditulis (dikirim), atau mereka dalam kondisi
ditahan sementara. Prosedur ini mengijinkan server untuk menginterupsi suatu aktivitas,
memeriksa datanya, dan kemudian melanjutkan proses aktivitas tersebut.

3. Otentikasi RPC

Proses otentifikasi adalah proses yang digunakan untuk mengidentifikasi server dan klien pada
RPC. Untuk setiap prosedur remote yang dilakukan protokol RPC menyediakan slot yang dipakai sebagai parameter otentifikasi yang berfungsi agar pemanggil (caller) dapat memberikan
identitasnya kepada server. Parameter otentifikasi ini dibuat di paket klien.
Otentifikasi RPC terdiri atas beberapa bagian. Berikut ini adalah bagian-bagian pada otentifikasi
RPC:

1. Protokol Otentifikasi RPC
Protokol Otentifikasi RPC disediakan sebagai bagian dari protokol RPC. Untuk setiap prosedur
remote, semuanya diotentifikasi oleh paket RPC pada server. Parameter yang digunakan adalah
respon verifier. Sedangkan pada pihak klien, setiap paket RPC diberikan parameter otentifikasi
dan parameter yang digunakan adalah credential dan verifier.

2. Otentikasi NULL
Otentifikasi NULL digunakan pada sistem dimana pemanggil (caller) RPC tidak mengetahui
identitasnya sendiri dan server tidak membutuhkan identitas pemanggil..

3. Otentifikasi UNIX
Otentifikasi Unix digunakan pada prosedur remote di sistem UNIX. Jenis otentifikasi ini dibagi dua (2) yaitu otentifikasi pada sisi klien dan otentifiksi pada sisi server. Pada sisi klien, otentifikasi ini akan membuat otentifikasi handle dengan AIX permissions agar dapat berasosiasi dengan parameter credentials pada sistem UNIX.

Sedangkan pada sisi server, server harus dapat menentukan tipe otentifikasi yang diberikan oleh pemanggil RPC. Penentuan dukungan terhadap tipe otentifikasi akan memberikan reply yang berbeda.

4. Otentifikasi Data Encryption Standard ( DES )
Otentifikasi DES membutuhkan keyserv daemon yang harus berjalan baik di sisi server maupun
klien. Tiap pengguna pada sistem ini harus memiliki kunci publik ( public key yang disahkan padadatabase kunci publik oleh Administrator jaringan tersebut.

5. Protokol Otentikasi DES
Protokol Otentifikasi DES meliputi protokol penanganan DES pada proses otentifikasi RPC.
Protokol ini mencakup 64-bit blok data DES yang terenkripsi dan menentukan panjang
maksimum untuk user name pada jaringan yang digunakan.

6. Enkripsi Diffie-Hellman
Enkripsi Diffie-Hellman digunakan pada pembuatan kunci public pada otentifikasi DES dengan
menggunakan 192-bit kunci. Enkripsi ini memiliki dua buah variabel konstan, yaitu BASE dan
MODULUS yang digunakan pada protokol otentifikasi DES.

RPC berhubungan hanya dengan proses otentifikasi, tidak dengan kontrol akses terhadap
services/layanan individual yang diberikan. Tiap layanan mengimplementasikan peraturan mengenai kontrol akses masing-masing. Subsistem otentifikasi pada paket RPC bersifat open-ended, artinya beberapa otentifikasi dapat diasosiasikan pada RPC klien.


0 komentar: