16/03/16

Tugas Kuliah Semester Genap

Masuk kuliah kembali, saat nya semangat.
»»  READMORE...

08/08/10

Protect inbox email dari Spam, Virus dan Phishing

Dalam hal ini bagi anda yang bekerja dengan menggunakan email software , untuk Protect inbox email dari Spam, Virus dan Phishing dan mengantisipasi email email yang tidak penting yang kadang akan merugikan diri sendiri untuk ini anda bisa melakukan perlindungan terhadap email masuk dengan bantuan tool gratis. Cloudmark DesktopOne adalah alat untuk layanan email yang [...] Protect inbox email dari Spam, Virus dan Phishing
»»  READMORE...

07/08/10

Cara menganalisis Windows blue screen error

Hal yang paling menjengkelkan adalah ketika anda menggunakan Windows tiba tiba windows mendadak blue screen error dan uncul peringatan yang susah untuk anda pahami, tapi disini anda tidak perlu panik untuk mengatasinya berikut cara menganalisis Windows blue screen error yang terjadi. Anda tidak akan dibawa pada cara yang rumit untuk mengetahui apa yang terjadi pada [...] Cara menganalisis Windows blue screen error
»»  READMORE...

10/03/10

Komunikasi (TCP/IP, Remote Procedure Call)

hal 5

Berikut artikel terusan dari
3. Otentikasi RPC pada hal 3


4. Implementasi RPC

Sun Microsystems Open Network Computing (ONC) : RPC specification, XDR (eXternal Data
Representation) standard, UDP atau TCP transport protocol. Xerox Courier : RPC model, Data
representation standard, XNS (Xerox Network Systems) SPP (Sequenced Packet Protocol) sbg
transport protocol, Apollo s Network Computing Architecture (NCA), RPC protocol, NDR (NetworkData Representation).

5. Kelebihan RPC

Relatif mudah digunakan:
Pemanggilan remote procedure tidak jauh berbeda dibandingkan pemanggilan local procedure.
Sehingga pemrogram dapat berkonsentrasi pada software logic, tidak perlu memikirkan low level details seperti soket, marshalling & unmarshalling.
Robust (Sempurna):Sejak th 1980-an RPC telah banyak digunakan dlm pengembangan mission-critical application yg memerlukan scalability, fault tolerance, & reliability

6. Kekurangan RPC

Tidak fleksibel terhadap perubahan :
1. Static relationship between client & server at run-time.
2. Berdasarkan prosedural/structured programming yang sudah ketinggalan jaman dibandingkan OOP.

Kurangnya location transparency:
1. Misalnya premrogram hanya boleh melakukan pass by value, bukan pass by reference.
2. Komunikasi hanya antara 1 klien & 1 server (one-to-one at a time).
3. Komunikasi antara 1 klien & beberapa server memerlukan beberapa koneksi yg terpisah.

Prinsip RPC dalam Client – Server


Langkah – langkah dalam RPC



Object Remote Pendekatan kedua yang akan kita bahas adalah Remote Method Invocation (RMI), sebuah teknik pemanggilan method remote yang lebih secara umum lebih baik daripada RPC. RMI menggunakan paradigma pemrograman berorientasi obyek (OOP). Dengan RMI memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote method. Dengan dibolehkannya program java memanggil method pada remote obyek, RMI membuat pengguna dapat mengembangkan aplikasi java yang terdistribusi pada jaringan.

Untuk membuat remote method dapat diakses RMI mengimplementasikan remote object
menggukan stub dan skleton. Stub bertindak sebagai proxy disisi client, yaitu yang menghubungkan client dengan skleton yang berada disisi server. Stub yang ada disisi client bertanggung-jawab untuk membungkus nama method yang akan diakses, dan parameternya, hal ini biasa dikenal dengan marshalling. Stub mengirim paket yang sudah dibungkus ini ke server dan akan di buka (unmarshalling) oleh skleton. Skleton akan menerima hasil keluaran yang telah diproses oleh method yang dituju, lalu akan kembali dibungkus (marshall) dan dikirim kembali ke client yang akan diterima oleh stub dan kembali dibuka paketnya
(unmarshall). Untuk membuat remote obyek kita harus mendefinisikan semua method yang akan kita sediakan pada jaringan, setelah itu dapat digunakan RMI compiler untuk membuat stub dan skleton. Setelah itu kita harus mem-binding remote obyek yang kita sediakan kedalam sebuah RMI registry. Setelah itu client dapat mengakses semua remote method yang telah kita sediakan menggunkan stub yang telah dicompile menggunakan RMI compiler tersebut.

Akses ke Obyek Remote

Sekali obyek didaftarkan ke server, client dapat mengakses remote object dengan menjalankan
Naming.lookup() method. RMI menyediakan url untuk pengaksesan ke remote obyek yaitu rmi://host/obyek, dimana host adalah nama server tempat kita mendaftarkan remote obyek dan obyek adalah parameter yang kita gunakan ketika kita memanggil method Naming.rebind(). Client juga harus menginstall RMISecurityManager untuk memastikan keamanan client ketika membuka soket ke jaringan.

Java memiliki sistem security yang baik sehingga user dapat lebih nyaman dalam melakukan komunikasi pada jaringan. Selain itu java sudah mendukung pemorograman berorientasi object, sehingga pengembangan software berskala besar sangat dimungkinkan dilakukan oleh java. RMI sendiri merupakan sistem terdistribusi yang dirancang oleh SUN pada platfrom yang spesifik yaitu Java, apabila anda tertarik untuk mengembangkan sistem terdistribusi yang lebih portable dapat digunakan CORBA sebagai solusi alternatifnya.

»»  READMORE...

09/03/10

Komunikasi (TCP/IP, Remote Procedure Call)

hal 4

1.Protokol Message RPC

Protokol Message RPC didefinisikan dengan menggunakan deskripsi data eXternal Data
Representation ( XDR ) yang meliputi struktur, enumerasi dan union. Pembahasan lebih lanjut akan diterangkan pada bab berikutnya mengenai implementasi RPC. Protokol Message ini membutuhkan faktor- faktor pendukung sebagai berikut:

1. Spesifikasi yang unik untuk tiap prosedur call
2. Respon message yang sesuai untuk tiap message yang diminta
3. Otentifikasi klien untuk tiap layanan dan sebaliknya

Protokol Message RPC memiliki dua ( 2 ) struktur yang berbeda, yaitu call message dan reply
message. Tiap klien yang akan melakukan RPC pada suatu server di jaringan akan menerima
balasan (reply) berupa hasil dari eksekusi prosedur tersebut. Dengan menggunakan spesifikasi yang unik untuk tiap prosedure remote, maka RPC dapat mencocokkan message balasan untuk tiap call message yang diminta klien.

1. Call message
Tiap call message pada RPC mengandung nilai-nilai unsigned integer yang digunakan untuk
mengidentifikasi prosedur remote yang diminta. Nilai-nilai ini adalah
• Nomor Program
• Nomor Versi dari Program
• Nomor Prosedur

2. Reply Message
Reply message yang dikirimkan oleh server jaringan bervariasi tergantung apakah call
messages yang diminta klien diterima atau ditolak. Reply message mengandung informasi yang
digunakan untuk membedakan kondisi-kondisi yang diminta sesuai dengan call messages.
Informasi ini antara lain:

• RPM mengeksekusi call message dengan sukses
• Implementasi remote tidak sesuai dengan protokol yang digunakan. Versi yang lebih rendah
atau tinggi akan ditolak.
• Program remote tidak tersedia pada sistem remote
• Program remote tidak mendukung versi yang diminta klien
• Nomor prosedur yang diminta tidak ada.

2. Fitur dalam RPC

RPC memiliki fitur - fitur sebagai berikut : batching calls, broadcasting calls, callbackprocedures dan using the select subroutine.

1. Batching Calls
Fitur Batching calls mengijinkan klien untuk mengirim message calls ke server dalam jumlah
besar secara sequence ( berurutan ). Batching menggunakan protokol streaming byte seperti
TCP / IP sebagai mediumnya. Pada saat melakukan batching, klien tidak menunggu server untuk memberikan reply terhadap tiap messages yang dikirim, begitu pula dengan server yang tidak pernah mengirimkan messages reply. Fitur inilah yang banyak digunakan klien, karena arsitektur RPC didesain agar pada tiap call message yang dikirimkan oleh klien harus ada proses
menunggu balasan dari server.

Oleh karena itu maka pihak klien harus dapat mengatasi error yang kemungkinan terjadi karena pihak klien tidak akan menerima peringatan apabila terjadi
error pada message yang dikirim.

2. Broadcasting Calls
Fitur Broadcasting mengijinkan klien untuk mengirimkan paket data ke jaringan dan menunggu
balasan dari network. FItur ini menggunakan protokol yang berbasiskan paket data seperti
UDP/IP sebagai mediumnya. Broadcast RPC membutuhkan layanan port mapper RPC untuk
mengimplementasikan fungsinya.

3. Callback Procedures
Fitur Callback Procedures mengijinkan server untuk bertindak sebagai klien dan melakukanRPC
callback ke proses yang dijalankan oleh klien.

4. Menggunakan select subrutin
Fitur ini akan memeriksa deskripsi dari suatu file dan messages dalam antrian untuk melihat
apakah mereka siap untuk dibaca (diterima) atau ditulis (dikirim), atau mereka dalam kondisi
ditahan sementara. Prosedur ini mengijinkan server untuk menginterupsi suatu aktivitas,
memeriksa datanya, dan kemudian melanjutkan proses aktivitas tersebut.

3. Otentikasi RPC

Proses otentifikasi adalah proses yang digunakan untuk mengidentifikasi server dan klien pada
RPC. Untuk setiap prosedur remote yang dilakukan protokol RPC menyediakan slot yang dipakai sebagai parameter otentifikasi yang berfungsi agar pemanggil (caller) dapat memberikan
identitasnya kepada server. Parameter otentifikasi ini dibuat di paket klien.
Otentifikasi RPC terdiri atas beberapa bagian. Berikut ini adalah bagian-bagian pada otentifikasi
RPC:

1. Protokol Otentifikasi RPC
Protokol Otentifikasi RPC disediakan sebagai bagian dari protokol RPC. Untuk setiap prosedur
remote, semuanya diotentifikasi oleh paket RPC pada server. Parameter yang digunakan adalah
respon verifier. Sedangkan pada pihak klien, setiap paket RPC diberikan parameter otentifikasi
dan parameter yang digunakan adalah credential dan verifier.

2. Otentikasi NULL
Otentifikasi NULL digunakan pada sistem dimana pemanggil (caller) RPC tidak mengetahui
identitasnya sendiri dan server tidak membutuhkan identitas pemanggil..

3. Otentifikasi UNIX
Otentifikasi Unix digunakan pada prosedur remote di sistem UNIX. Jenis otentifikasi ini dibagi dua (2) yaitu otentifikasi pada sisi klien dan otentifiksi pada sisi server. Pada sisi klien, otentifikasi ini akan membuat otentifikasi handle dengan AIX permissions agar dapat berasosiasi dengan parameter credentials pada sistem UNIX.

Sedangkan pada sisi server, server harus dapat menentukan tipe otentifikasi yang diberikan oleh pemanggil RPC. Penentuan dukungan terhadap tipe otentifikasi akan memberikan reply yang berbeda.

4. Otentifikasi Data Encryption Standard ( DES )
Otentifikasi DES membutuhkan keyserv daemon yang harus berjalan baik di sisi server maupun
klien. Tiap pengguna pada sistem ini harus memiliki kunci publik ( public key yang disahkan padadatabase kunci publik oleh Administrator jaringan tersebut.

5. Protokol Otentikasi DES
Protokol Otentifikasi DES meliputi protokol penanganan DES pada proses otentifikasi RPC.
Protokol ini mencakup 64-bit blok data DES yang terenkripsi dan menentukan panjang
maksimum untuk user name pada jaringan yang digunakan.

6. Enkripsi Diffie-Hellman
Enkripsi Diffie-Hellman digunakan pada pembuatan kunci public pada otentifikasi DES dengan
menggunakan 192-bit kunci. Enkripsi ini memiliki dua buah variabel konstan, yaitu BASE dan
MODULUS yang digunakan pada protokol otentifikasi DES.

RPC berhubungan hanya dengan proses otentifikasi, tidak dengan kontrol akses terhadap
services/layanan individual yang diberikan. Tiap layanan mengimplementasikan peraturan mengenai kontrol akses masing-masing. Subsistem otentifikasi pada paket RPC bersifat open-ended, artinya beberapa otentifikasi dapat diasosiasikan pada RPC klien.


»»  READMORE...