09/03/10

Komunikasi (TCP/IP, Remote Procedure Call)

Oleh:
Djoko Tri W
Tresna
Ali
Hal 1.

Mata kuliah Sistem Terdistribusi
Pengertian sederhana dari komunikasi adalah hubungan antara dua atau lebih sumber. Dalam
sistem terdistribusi komunikasi dapat diartikan sebagai jalinan hubungan antara sistem satu dengan dua atau lebih sistem lainnya atau hubungan antar sistem melalui suatu perangkat dan metode.

Dalam contoh
sistem terdistribusi komunikasi dapat diimplementasikan oleh beberapa metode atau media, diantaranya protokol dan RPC.

Protokol
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan,
komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Dahulu, komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah sangat sulit dilakukan, karena mereka mengunakan protokol dan format data yang berbeda-beda. Sehingga International Standards Organization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI), model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda. Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, yaitu: Physical Layer, Data Link,

Network, Transport, Session, dan Application.
Saat ini telah ada protocol yang universal dan banyak digunakan dibandingkan protocol TCP/IP
(Transfer Control Protocol / internet Protocol). TCP/IP diadopsi sebagai standar yang digunakan di seluruh dunia dalam komunikasi Internet. Adapun layer yang tersedia pada protokol TCP/IP, yaitu: Network Access, Internet, Transport, Application. Perbandingan secara umum antara protokol TCP/IP dan OSI, diantaranya:

– Pada TCP/IP, kontrol reliabilty dikonsentrasikan pada layer Transport. Layer Transport menangani
semua kesalahan yang terdeteksi dan memulihkannya. Layer Transport TCP/IP menggunakan
checsum, acknowledgment, dan timeout untuk mengontrol transmisi dan menyediakan verifikasi
end-to-end.
– Sebuah standard yang diadopsi seluruh dunia (Internet)
– Protocol ada dulu, model TCP/IP menyesuaikan dengan protocol yang ada.
– Sebagai standard yang terkenal untuk internetworking karena:

• Relatif sederhana dan tahan banting daripada OSI
• Tersedia secara gratis pada setiap hardware dan platform sistem operasi
• Digunakan pada internet
– OSI Jarang diimplementasikan (kompleks, mahal), lebih cenderung digunakan sebagai bahan
pelajaran
– OSI ada, baru protocol ada sehingga protocol di OSI dapat dengan mudah diganti ketika teknologi
juga berganti.
Berikut layer yang terdapat pada protokol OSI:

Layer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Aplication.

Suatu permintaan, dihasilkan dari atas (contohnya Application Layer) diteruskan keenam layer di bawahnya yang setiap layer memiliki tugasnya masing-masing.


0 komentar: